Hi..
Aku
adalah salah satu penggemar situs ini. Dari hanya suka membaca, aku jadi
tertarik untuk menceritakan juga sedikit kisahku kepada pembaca blue story yg
lain. Aku sebut saja Sidney, saat ini usiaku 23 th. Ini adalah pengalaman sex-ku
bersama pacarku, sebut saja Jake yg berusia 29 th. Dengan Jake aku banyak
mendapatkan pengalaman sex yang sangat berharga. Dengan Jake juga aku jadi
mengenal sex bebas. Pada mulanya aku adalah salah satu gadis yang berprinsip
tidak akan melakukan hubungan sex sampai nanti setelah menikah. Sejak kami
pertama kenal dan kemudian menjalin cinta, Jake sudah sangat tau tentang
prinsipku yang satu itu. Waktu berlalu, tahun 1998 dan tak terasa 2 tahun sudah
hubunganku berjalan dan sampai sejauh itu aku masih bisa konsekwen dengan
prinsipku. Jake sering menyatakan kekagumannya kepadaku sebagai wanita yang
sangat bisa menjaga kesucian. Padalah kami sering kali menghabiskan malam
bersama-sama. Kadang aku menginap dirumahnya (dia tinggal sendiri, orang tuanya
ada di kota lain). Ini kami lakukan karena kami sangat jarang berjumpa. Dan
disaat itu, kami tidak pernah melakukan sesuatu yang diluar batas. Hanya
petting. Perlu kuberitahu Jake punya nafsu sex yang lumayan besar. Kalau sudah
sangat bergairah, dia agak sulit mengontrol diri. Dan kalau sudah begitu aku
lebih suka mengambil jalan aman dengan cara 'menenangkan' dia. Jake paling suka
dengan oral sex. Untuk meredakan nafsunya aku sering melakukan oral sex dengan
menjilat dan mehisap-hisap penisnya sampai akhirnya dia mencapai kepuasan.
Sementara aku juga menikmati 'kepuasan'ku sendiri dengan permainan lidah dan
jari Jake yg sangat lincah pada vaginaku sampai aku mencapai orgasme. Mungkin
karena perasaan cinta dan percaya yg sudah demikian lekat kami merasa
sekarangpun kami sudah menjadi suami istri. Dalam bercinta semakin hari Jake
semakin 'berani' dan kadang tidak mengindahkan lagi peringatanku untuk tidak
'terlalu' dalam melakukan cumbuan.
Lama-kelamaan
aku tidak dapat menahan lagi 'gempuran-gempuran'nya setiap kali kami bercinta.
Yang selama ini kami lakukan biasanya cukup petting, namun belakangan ini Jake
suka sekali mengarahkan penisnya ke vaginaku. Sebagai manusia biasa, tentu saja
aku lama-lama merasa penasaran dengan kenikmatan yg sering disebut orang
sebagai surga dunia itu. Antara prinsip yg coba kupertahankan dengan rasa cinta
bercampur penasaran. Pada akhirnya aku tak tahan dengan desakan-desakan
naluriku sendiri sebagai wanita normal.
Malam
itu seperti biasa Jake menelefonku dan mengajak aku untuk menginap dirumahnya.
Begitu sampai rumahnya Jake sudah merapikan kamarnya dan dia juga telah
menyiapkan semua peralatan yg kubutuhkan untuk mandi. Selesai mandi tubuhku
yang masih berbalut handuk dipeluknya. Jake memang selalu hangat dalam
bercinta. Diciumnya tengkuk-ku. Dia memang sangat tau bagian-bagian paling
sensitif dari tubuhku. Aku mengelak sambil mendorongnya pelan. Kukatakan aku
ingin memakai baju dulu karena dingin. Jake sengaja memilihkan baju tidur yang
dibelikannya untukku. Sebelumnya aku sudah tau dia ingin making love malam ini.
Begitu aku selesai aku membaringkan tubuhku dikasur. Diapun segera menyusul dan
membaringkan tubuhnya disampingku. Sambil sesekali mencium kening dan pipiku
Jake dan aku ngobrol-ngobrol ringan dulu. Tangannya sesekali mambelai rambutku.
Matanya memandangku begitu dalam, penuh kecintaan…aku merasa beruntung sekali
memiliki kekasih yang orang bilang sangat ganteng dan setia.
Pandangan
mata kami bertaut dan saling mencari makna masing-masing didalamnya. Bibir
kamipun saling bertaut. Jake mengulum bibirku dengan berapi-api, seolah ingin
dilumatnya habis. Napasku sedikit sesak karena ciumannya yg bertubi-tubi. Namun
akupun tak mau kalah, kubalas juga ciumannya dengan permainan lidah yang tak
kalah dahsyat. Kupeluk tubuh lelaki yg sangat kucinta itu, hidungku segera saja
mencium aroma sexy tubuhnya yg sangat kusukai. Sementara tangan Jake mulai
beraksi. Dengan gerakan yang lembut, telunjuknya berputar-putar mengelilingi
payudaraku yang ditutupi gaun tidurku yang tanpa bra. Dari balik gaun tidurku
dapat kurasakan sentuhan tangannya yang mendatangkan rasa nikmat. Telunjuknya
mengusap-usap putting susuku yang telah mengeras karena rangsangannya. Demi
melihat putting susuku menonjol tegak, dengan gemas Jake meremas-remas
payudaraku. Tangannya yang kokoh kini telah menguasai tumpukan daging kenyal
yang sangat disukainya. Matanya kadang terpejam merasakan kenikmatan yang dia
dapat dari remasan tangannya di payudaraku.
"Ooohh…Sid….hmm….."
bisiknya. Detik berikutnya tangannya beralih dari dadaku dan berusaha untuk
melepaskan baju tidur yang melilit tubuhku. Dengan tidak sabar dilepasnya baju
itu dan dilemparnya entah kemana. Sementara aku sudah sangat terangsang dari
tadi. Dapat kurasakan bagian selangkanganku menjadi sedikit tegang dan basah. Setelah
puas menciumi bibirku kini bibirnya bergerak pelan kearah bawah melewati
leherku…dikecupnya lembut, dari situ bibir Jake bergerak menjilati kupingku.
Aku menggelinjang nikmat mendapat perlakuan seperti itu. Bibirnya terus
menelusur kebawah dan kini telah sampai diantara belahan buah dadaku yang Jake
bilang sangat sexy karena ukurannya dan kekenyalannya. Lidahnya bermain-main
dan menyapu-nyapu diantara gundukan bukit kenyalku yang berukuran 36C. lidahnya
yg hanya berputar-putar disekitar payudara dan putting susuku membuatku gemas.
Puttingku sudah tegak mengeras menanti kehangatan bibirnya namun tampaknya Jake
sengaja mempermainkanku dengan tidak menyentuh bagian paling sensitif dari
dadaku itu. Setelah beberapas lama aku tidak tahan dan akhirnya merengek manja.
"Ooohh…Jake…jangan
main-main doongg…." desahku. Jake hanya tersenyum melihat wajahku yang
sudah sangat gemas dan tidak sabar. Detik berikutnya saat yang kunanti akhirnya
tiba juga. Jake menjilatkan lidahnya yang hangat di putting susuku.
"ooohh…sayaanggg…"
desisku lega. Tidak sampai disitu Jake pun mulai menghisapinya bagaikan seorang
bayi yang sangat kehausan. Putingku disedot-sedot, dihisap dan dijilatinya. Aku
semakin mendesah dan merintih-rintih nikmat! Sepertinya Jake semakin terangsang
dengan suara eranganku.
Sementara
itu tangan kokoh Jake mulai menelusuri pinggang dan perutku, terus bergerak
kebawah. Ketika tangannya menyentuh bagian selangkanganku, Jake mengusap-usap
rambut-rambut halus yang tumbuh disana. Aku menggeliat gelisah dan mendesah-desah.
Kegelisahanku seolah terbaca oleh Jake. Maka tanpa menunggu lagi tangannya
dengan lincah membuka CD minim-ku yg berwarna hitam turun dan terus menuju
vaginaku yang sudah sangat basah itu. Diusap-usapnya lembut..kemudian jari
tengahnya mulai digeser-geserkan kebelahan vaginaku. Aku mengerang penuh
kenikmatan. Oohh…betapa aku merasakan nikmat yang membuatku semakin menjulang
tinggi. Jake mengelus-elus vaginaku dan telunjuknya kini berputar-putar
disekitas lubang vaginaku. Telunjuknya yang kini basah diusapkannya ke clitku.
Dan dia pun mulai mengusap dan membasahi clitku dengan cairan vaginaku sendiri.
Sementara
akupun tidak mau tinggal diam. Tanganku mencoba menggapai-gapai penisnya dan
ketika penis itu telah berada dalam genggaman tanganku, dapat kurasakan
ooohh…alangkah besarnya penis kekasihku. Penis itu sudah sangat tegang dan
keras sekali, aku rasakan penis itu berdenyut-denyut hangat. Jake mendesah
pelan ketika kukocok-kocok lembut penisnya. Sementara itu tangannya semakin
ganas divaginaku. Jemarinya dengan lembut mengusap dan sesekali
dicubit-cubitnya clitku yg sudah sangat tegang. Aku mendesah…mengerang….dan
merintih nikmat…dalam pada itu naluriku seolah menuntut agar Jake melakukan
sesuatu yang lebih dan lebih lagi! Tiba-tiba tubuh Jake melorot kearah bawah,
menuju selangkanganku. Aku tau apa yang ingin dilakukannya dan aku sudah tak
sabar untuk menikmati rasa itu. Benar saja. Aku merasakan hidung Jake
menyentuh-nyentuh rambut-rambut halusku. Belum kuresapi betul kenikmatan itu,
kini lidah Jake sudah mulai beraksi dengan menjilati semua bagian vaginaku.
Dihisap dan sesekali digigitnya clitku. Aku hanya bisa pasrah sambil menikmati
permainan lidahnya yg luar biasa. Tak puas dengan itu, jarinya membuka lebar
bibir vaginaku agar lebih lebar dan terlihat jelas.
Untuk
sesaat dia tidak melakukan aktivitas apapun. Matanya menatap kagum ke arah
vaginaku. Dia berdecak kagum. "Hmm…Sid, vaginamu indah sekali."
bisiknya berulang-ulang. Tiba-tiba Jake mengambil senter kecil dan menyorotkan
cahayanya ke arah lubang vaginaku. Aku tanya apa yg dia ingin lakukan dengan
senter itu. Jake bilang ia ingin melihat lubang vaginaku yang sesungguhnya. Ini
adalah pengalaman sex yg pertama bagi kami. Bukan cuma aku, Jake-pun sebelum
ini belum pernah melihat bentuk vagina yang sesungguhnya, hanya melalui film
blue saja. Maka ketika yang dihadapinya kini adalah vagina yg sebenarnya dia
merasa takjub…inilah lubang kenikmatan itu.
Sambil
masih terus menyorotkan senter itu ke vaginaku Jake berkata, " Sid…lubang
tempat masuk penis itu ternyata kecil sekali…sangat sempit. Sepertinya nggak
mungkin mampu dilewati penisku yangs sebesar ini" bisiknya bodoh. Aku
hanya tersenyum dan berkata, " Itu namanya aku masih asli, sayang…Nanti
kalau sudah masuk, dia akan membesar mengikuti besar penis kamu.." jawabku
sok tau.
"Sid…milikmu
indah sekali, kau harus melihat sekali-sekali bagaimana bentuk vaginamu
didalam…kulitnya lembut sekali dan berwarna kemerahan yg segar. Ahhh…aku sudah
tidak sabar ingin menikmatinya dalam arti yg sesungguhnya." Bisik Jake.
"Maksudmu
apa…?" bisikku
"Bolehkan
kalau aku…mm….aku ingin kita melakukan sex yang sebenarnya…bukan cuma petting
seperti yg kita lakukan selama ini,.." katanya ragu…
Aku
terdiam sejenak. Antara prinsip yg kupertahankan selama ini dengan naluriku yg
sudah hampir meledak menuntut suatu kenikmatan bercampur dibenakku. Terus
terang, akupun saat ini ingin sesuatu yg 'lebih' dari apa yg pernah kami
lakukan sebelumnya.
Aku
tak tau apakah Jake mengerti apa yg tengah kupikirkan, tetapi tanpa menunggu
jawabanku Jake kembali melakukan aksinya lagi. Kini dengan nafsu yg lebih
bergelora ia menjilati seluruh permukaan vaginaku. Lidahnya bermain-main di
clitku. Aku bagaikan cacing kepanasan menggeliat kesana kesini, kakiku bergetar
menahankan kenikmatan yg kurasakan diseputar vaginaku. Desahanku yg semakin
keras sepertinya membuat semangat Jake makin tinggi. Tiba-tiba Jake merubah
posisinya terbalik diatas tubuhku. Kini penisnya tepat berhadapan dengan
wajahku. Dengan sigap akupun menangkap penisnya yg sudah sangat tegang itu
untuk kemudian kuhisap dan kujilati. Dengan gerakan maju mundur mulutku terus
berkecipak mengulum penisnya.
Sementara
tanganku yg lain meremas-remas buah pelirnya yg menggantung. Mendapat
rangsangan demikian, Jake semakin mengganas dibagian vaginaku. Dijilatinya
terus clitku dan dihisap-hisapnya bibir vaginaku berrgantian. Oooohh…nikmat
sekali. Kenikmatan yang sudah sampai keubun-ubun membuat kami berdua bagai dua
orang yg kesetanan. Hingga pada akhirnya Jake kembali pada posisi semula.
Tubuhnya menindih tubuhku dari atas setelah sebelumnya dibukanya lebar-lebar
dua kakiku. Mulutnya kembali menciumi bibir dan payudaraku bergantian. Kemudian
dia bangkit, Jake kini berdiri dengan dua lututnya persis diantara dua kakiku
yg telah dibukanya lebar. Tangannya menuntun penisnya kearah vaginaku. Aku
mendesah…lirih…Aku tau apa yang ingin dilakukannya. Aku sudah tidak peduli
lagi. Dalam hatiku sudah bulat untuk mengawininya dan yg penting diatas semua
itu, aku percaya Jake dengan sepenuh hatiku. Aku siap untuk kehilangan
virginitasku malam ini. Penisnya kini telah menyentuh lubang vaginaku, Jake
berusaha memasukkan kepala penisnya yg besar ke lubang kecil itu. Ditekannya
sedikit..pelan…dipandangnya wajahku dan bertanya apakah aku merasa sakit. Aku
hanya menggeleng lemah. Jake meneruskan usahanya memasukan penisnya ke
lubangku. Kali ini ditekannya sedikit keras. Aku menahan napasku, rasanya
sebagian kepala penisnsya telah masuk, dapat kurasakan dari lubangku yg terasa
agak meregang. Sejauh ini belum terasa sakit. Merasa telah memasukkan sebagian
kepala penisnya ke lubangku, Jake melepas tangannya yg tadi menuntun kepala itu
untuk masuk kelubangku. Dia mulai menggoyangkan pantatnya pelan, menekan
kebawah, ke vaginaku. Namun kepala itu lepas. Beberapa kali Jake melakukan itu,
namun pada saat tangannya dilepas, penis itupun ikut lepas. Keringatnya mulai
muncul, tubuhnya basah. Aku tau, dia berusaha melakukannya dengan lembut sekali
karena takut aku merasa kesakitan. Jake memang sangat pengertian.
Aaaah….
desahnya pelan. "Sulit sekali, sayang…masih sempit" bisiknya. Aku
menyeka keringatnya disekitar wajah dan keningnya. Dikecupnya bibirku.
"Aku cinta kamu, sayang…" bisiknya lagi mesra. Aku memejamkan mataku
merasakan kebahagiaan ini. Sementara tanganku kini mengusap-usap putting susu
Jake. Jake sangat sensitif dibagian putting susunya, terutama yg sebelah
kirinya dan aku tau betul itu. Benar saja, Jake langsung mendesah-desah.
"Ooohh….nikmatnya,
sayangg.." desisnya. Aku semakin bersemangat. Jari-jariku menari-nari diputing
susunya. Jake menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam. Kini tangannya
mencoba lagi memasukkan penisnya kelubangku yg basah. Sebagian kepalanya telah
masuk kini, Jake menekannya sedikit keras. Kurasakan lubangku kembali meregang.
Kali ini Jake tidak melepaskan tangannya. Dibimbingnya terus penis itu sampai
masuk ke vaginaku. Bless…kurasakan sesuatu menyodok kedalam. Kupikir semua
penisnya telah masuk, ternyata yg masuk baru kepalanya saja. Seluruh kepala
penis Jake kini telah masuk kelubangku. Ada sedikit perih dan sesuatu yg
mengganjal dibulangku. Tapi aku begitu menikmati sensasi yg ditimbulkannya. Aku
mendesah…dan Jakepun berdesis pelan…Ia mengambil napas dalam-dalam.
"Sakit
sayang..?" tanyanya lembut. Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Aku merasakan
perih dan nikmat secara bersamaan. Kemudian dengan pelan namun pasti Jake
menekankan penisnya kedalam dan semakin dalam. Oohh…aku rasakan sesuatu yg
sangat besar bergerak masuk kelubangku yg sempit. Jake mendesah…"Oooh…Sid,
nikmat sekali sayang.." Jake terus memasukkan penisnya sampai betul-betul
masuk semua. Akupun merasakan vaginaku sangat sempit atau memang ukuran penis
Jake yg terlalu besar. Aaaah…nikmat sekali. Pelan dan lembut Jake mulai
mengayunkan dan menggoyangkan pantatnya. Otomastis penisnya pun jadi
menghunjam-hunjam dalam lubang vaginaku. Aku mengerang dan mendesah
sejadi-jadinya. Nikmat yg kini kurasakan tak terjabarkan dengan kata-kata. Aku
malah mendorong pantat Jake dengan tanganku seolah ingin penis Jake lebih masuk
dan menusuk ke bagian terdalam vaginaku. Tau aku telah menikmati permainan ini,
Jake mempercepat gerakannya mengayuh pantat. Dan akupun semakin mengerang
nikmat. Setiap hunjaman penisnya divaginaku kubarengin dengan pantatku yang
sengaja kudorong keatas dan sedikit diangkat. Sehingga gesekan-gesakan penis
dengan dinding vaginaku dapat lebih kurasakan. Ujung penis Jake yg besar serasa
menyodok-nyodok ujung peranakanku dan ini mendatangkan rasa yg luar biasa
sekali. Desahanku telah berubah jadi erangan dan eranganku lama kelamaan
berubah jadi jeritan yg tertahan. Oooohh….Kami terhanyut dalam kenikmatan yg
baru kali ini kami rasakan. Tubuh kami kini sudah bermandi peluh, napas kami
memburu Selama lebih dari 20 menit Jake dan aku berpacu mendaki puncak
kenikmatan. Sambil menghunjamkan penisnya mulut Jake tak mau ketinggalan dengan
terus mengulum payudaraku. Dihisapnya putting susuku dengan penuh gairah. Aku
merasakan kenikmatan dari segala penjuru tubuhku. Jake memang luar biasa!
Tiba-tiba
aku merasakan sesuatu yg mendesak keluar dan dibarengi dengan rasa nikmat luar
biasa. Aku akan orgasme, pikirku. Aku mendesis-desin dan sambil mempererat
pelukanku dipunggungnya aku semakin mempercepat goyangan pantatku yg
mengimbangi goyangan pantat Jake. "Jake…oooohh…..sayangg….aaacchh………..aku
keluar….ooooooohhhhhhhhh…..!!" aku menjerit dan secara relfek kugigit bahu
Jake. Jake semakin mempercepat gerakan pantatnya, lincah sekali dia. Kurasakan
bagian dalam vaginaku bedenyut-denyut dan ada rasa hangat yg menjalar. Aku
memejamkan mataku rapat-rapat. Sementara mulutku mengerang nikmat. Napasku
mendengus-dengus…
"Oooohh…Jake…ooohhh….aaaahhhhh………
desahku bagai tak berkesudahan. Dan kini giliran Jake yg bagai orang kesetanan.
"Oohh…ooohhhh…..Sid…
enak sekali jepitan vaginamu, sayang….!" Desisnya. Rupanya Jake merasakan
otot vaginaku berkontraksi meremas-remas dan menyedo-nyedot penisnya yg ada
didalam. Diapun semakin mempercepat hunjaman-hunjaman penisnya divaginaku. Aku
mendesis-desis. Selama 2 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap
kuat penis Jake. Detik berikutnya Jake berbisik dengan sedikit tertahan.
"Ooohh….Sid….aku mau keluar….!!"
"Aaaaahhh……….hhhhhhhm…….oooooooooohhhhhhhhh "
Tiba-tiba
Jake bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian,
cret…crett…crett….spermanya berloncatan dan tumpah tepat diatas perutku.
Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah
ingin mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa. "Aaaaahhhhhhhh……………."
Jake mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega.
Dibersihkannya
sperma yg tumpah diperutku. Setelah itu kami tergolek lemas sambil mengatur
napas kami yg masih agak memburu sewaktu mendaki puncak kenikmatan tadi.
Dipandanginya
wajahku yg masih berpeluh untuk kemudian disekanya. Dikecupnya lembut bibirku dan
tersenyum.
"Terima
kasih, sayang…" bisiknya.
"Mulai
sekarang kamu sudah resmi jadi istriku walaupun orang lain belum ada yg
tau." katanya sambil mempermainkan hidungnya dengan hidungku.
Aku
tersenyum sambil tanganku membelai wajah gantengnya yg masih bersimbah
keringat. Kupandangi wajah Jake, lelaki yg amat kucintai. Aku tidak menyesal
karena telah kehilangan kesucianku malam ini, bisikku dalam hati sendiri. Aku
malah bangga karena telah mempersembahkannya pada orang yg
sangat..sangat…kucintai.
Kejadian
yg kuceritakan diatas terjadi tanggal 15 November 1998. Semenjak itu kami
memang sudah seperti suami istri. Hubungan sex kami jadi rutin dan terasa
begitu menyenangkan. Jake dan aku sama-sama suka mencoba sesuatu yg baru dalam
hal gaya atau posisi dalam berhubungan sex. Kami berdua sangat suka doggie
style. Dia hebat sekali, lembut, sangat jantan dan aku jadi semakin cinta
padanya.
Bulan
April yang akan datang, kalau tidak ada halangan merintangi aku dan Jake akan
menikah. Doa-in ya…???? Semoga dalam kehidupan setelah married nanti kami
bahagia dan semakin saling mencintai.


